Prenagen Esensis: Pendekatan Rasa Takut di Copywriting
Tahu kah anda salah satu cara efektif agar anak mau makan? Takuti dengan cerita hantu. Caranya seperti yang saya kutip dari resensi buku parenting di milis Forum Lingkar Pena ini:
“Kalau kamu nangis terus, kalau gak diam, nanti kamu diculik kantong wewe!” kata ibu menakuti, lalu sang ayah menggedor pintu sebagai sound effek. Anak ketakutan dan kemungkinan besar mau makan. Tapi kedua orang tua tersebut sukses membuat anak jadi pengecut.
Dari cerita di atas, tujuan orangtua membuat anak makan berhasil. Tapi cara tersebut secara tidak langsung menanamkan ketakutan baru yang justru merugikan anak itu sendiri.
Lantas apa hubungannya dengan copywriting iklan?
Secara sadar atau tidak, banyak produsen yang terjebak menggunakan pendekatan rasa takut untuk menjual produknya. Bahkan jika iklannya sukses dan produknya laku terjual, produsen telah menanamkan ketakutan (pemahaman yang keliru) di benak konsumennya. Selain tidak simpatik, cara seperti ini dapat menjatuhkan kredibilitas produsen dan produknya di mata konsumen.
Salah satu iklan yang saya lihat ‘terpeleset’ menggunakan pendekatan rasa takut ini adalah Prenagen Esensis. Read more…


10. Jun, 2010 

