Copywriting Tips: Satu Pokok Pikiran

Tiap copywriter punya gaya dan teknik copywriting berbeda dalam menyampaikan pesan. Ada yang suka menggunakan copy iklan pendek dan langsung ke pokok masalalah. Ada juga yang membumbui copy iklan dengan drama sebelum masuk ke inti pesan. Panjang atau pendek tak jadi soal sebenarnya, selama copy iklan yang ditulis menyampaikan satu pokok pikiran.

Kenapa satu pokok pikiran?

Otak manusia tidak bisa memproses lebih dari satu input pesan bersamaan. Jika otak dipaksa mengolah banyak pesan secara bersamaan, maka kemungkin yang terjadi adalah: (1) Otak akan merespon pesan pertama dan menerima menolak pesan yang kedua; (2) Otak membutuhkan waktu untuk menyerap informasi. Dan dalam prosesnya, sering terjadi otak menolak semua pesan.

Dalam iklan, kita sering mendengar teori single message. Single message adalah menyampaikan satu inti pesan tertentu (biasanya benefit utama yang paling kuat dan menjual) dalam iklan. Sayangnya, praktik teori ini sering diaplikasikan secara parsial: menjadi perhatian utama di headline tapi luput di bodycopy.

Copy iklan multi-pesan

Copy iklan dengan lebih dari satu pokok pikiran, biasanya ditulis karena produsen selaku pemilik produk ingin menumpahkan seluruh kelebihan produk dalam iklan. Yang terjadi, iklan tidak saja gagal menonjolkan kelebihan utama secara spesifik, namun juga mendistorsi pesan dengan menuliskan fitur-fitur tambahan dalam satu paragraf dengan fitur utama. Coba baca salah satu iklan aksesoris matras ini di bawah ini:

The Millennium Pillow by Tempur
Bantal Millennium dengan bentuk ideal untuk mendukung tulang leher Anda, baik tidur secara telentang maupun tidur miring. Lekukan pada tengah dan samping yang lebih tinggi, akan memberikan support pada leher saat tidur. Bantal Tempur akan memberikan kenyamanan yang luar biasa. Bantal Tempur memiliki Cover Velour yang lembut, non-allergenic dan anti dust-mite serta mudah dicuci. Kesegaran saat bangun pagi dan siap untuk menjalani aktifitas seharian.

Kunjungi www.tempur.com untuk info produk lebih detil.
(72 kata)

Dalam bahasa sederhana, pokok pikiran copy iklan di atas hendak menyampaikan fakta berikut:
“Bantal Millennium mempunyai desain unik yang menopang leher dengan sempurna saat tidur. Tidur pun jadi lebih nyaman.”

Namun copy iklan jadi kurang efektif karena membutuhkan tiga kalimat panjang untuk menyampaikan pokok pikiran tersebut. Pikiran pembaca juga kemungkinan mengalami distorsi saat dipaksa membaca fitur penunjang (kalimat ke-4) dalam satu paragraf. Jika sampai ini yang terjadi, kemungkinan iklan gagal menarik perhatian.

Solusi: satu pokok pikiran di bodycopy

Solusi yang paling mudah untuk kasus ini adalah fokus pada pokok pikiran utama di dalam paragraf bodycopy dan menggunakan bullet point untuk fitur tambahan. Aplikasinya kira-kira seperti ini:

The Millennium Pillow by Tempur
Bantal Millenium memiliki lekuk unik yang dirancang khusus untuk menopang leher dengan sempurna. Teknologi ini menjaga anda tetap pulas dan nyaman saat tidur telentang atau miring. Bangun pagi terasa lebih segar tanpa sakit leher yang menggangu. (Pokok pikiran pertama)
•Cover Velour lembut & mudah dicuci •Non-allergenic • Anti dust-mite (Pokok pikiran kedua)

Kunjungi www.tempur.com untuk info produk lebih detil.
(54 kata)

Dengan alternatif copy di atas, pembaca jadi lebih mudah menyerna copy, karena copy fokus pada satu benefit utama. Apalagi kalo yang baca adalah konsumen seperti saya yang sering mengalami sakit leher waktu bangun pagi. Copy seperti ini pasti akan lebih menarik perhatian karena fokus pada solusi masalah saya.

Fitur penunjang seperti cover yang lembut dan mudah dicuci, anti-alergi dan anti-tungau bukan tidak penting. Tapi bagi pembaca yang pernah melihat penawaran produk turunan matras lainnya, fitur-fitur ini adalah fitur umum matras dan bantal premium.

Kesimpulan

  • Copy iklan boleh panjang atau pendek. Yang penting, copy iklan menyampaikan satu pokok pikiran. Ini untuk mengantisipasi keterbatasan otak manusia dalam menerima input pesan.
  • Otak manusia hanya bisa mengolah satu input pesan dalam satu kesempatan, karenanya menyampaikan satu pokok pikiran dalam satu paragraf copy iklan mutlak jika ingin pembaca mudah memahami inti pesan.
  • Jika memang atas permintaan klien semua fitur harus dituliskan, coba kreatif memilah antara pokok pikiran utama dan pokok pikiran penunjang. Salah satu cara dengan memisahkan pokok pikiran penunjang dalam bentuk bullet points.
Twitter Digg Delicious Stumbleupon Technorati Facebook Email

No comments yet... Be the first to leave a reply!