Menu Tanpa Tapi Yang (Masih) Ribet McDonald’s
Begini-begini, saya juga termasuk konsumen loh. Dan seperti konsumen yang lain, yang namanya menikmati penawaran dengan banyak batasan dan alasan sudah pasti jadi santapan sehari-hari. Yang saya maksud batasan dan alasan, ya apalagi kalo bukan tanda bintang (asterisk) yang mengacu pada syarat dan ketentuan (berlaku) di setiap promo.
Sudah bukan rahasia umum, kalo syarat dan ketentuan berlaku jadi senjata pamungkas sekaligus kartu truf terakhir di setiap penawaran promosi. Sengaja ditulis kecil di sudut layout iklan biar orang ribet dan males bacanya. Atau, syukur-syukur lewat begitu aja. Toh, yang penting promo-nya menarik perhatian dulu. Masalah konsumen langsung bablas beli atau order tanpa baca teliti, itu tanggung jawab konsumen dong. Orang sudah dikasih rambunya. Biar kecil kan yang penting bisa dibaca (bukan nyaman dibaca loh).
Memancing Konsumen Aktif Berpikir
Untungnya konsumen sudah pada pinter sama penawaran promo. Jadi konsumen sudah ga bakal percaya begitu aja sama promo, gimmick, atau apa pun istilahnya itu. Pernah ada satu pendapat menarik dari salah satu klien properti kantor saya. Klien yang sekaligus pemilik perusahaan properti tersebut bilang begini:
“ Konsumen sekarang sudah pinter-pinter kok, cuma malas mikir. Kalo kita cuma bilang rumah Rp200 juta, ya pasti mereka ga begitu tertarik. Tapi coba kalo kita bilang, harga rumah (misalnya) Rp225 juta. Bonus cash back 10%. Plus, bebas biaya KPR dan administrasi. Kalo dihitung-hitung toh harganya bisa jadi sama Rp200 juta. Tapi dengan adanya gimmick, mereka jadi lebih semangat dan mau diajak berpikir. Makanya kita yang jualan mesti pinter-pinter bikin promo yang mau ngajak konsumen mikir,” begitu kata si owner yang pengalaman puluhan tahun jual properti.
Jangan Meremehkan Kemampuan Berpikir Konsumen
Tapi justru kesadaran konsumen terhadap ‘jebakan’ tanda bintang (baca: syarat dan ketentuan berlaku) ini bisa menjadi celah bagus buat merancang pesan promo. Celah ini cukup cerdas dimanfaatkan kreator iklan McDonald’s dengan promo terbarunya: Paket MANTAP (MAkan taNpa TApi).
Otak yang terbiasa aware dengan syarat dan ketentuan pasti tertarik ngeliat nama promo yang menjanjikan ini. Gimana ga, bisa makan enak tanpa tapi, tanpa ribet, hanya dengan Rp15.000. Sayangnya, waktu membaca baris ketiga headline, langsung terlihat tanda bintang di belakang harga (yang ditulis dengan ukuran terbesar di headline tersebut).
Bagi saya sebagai konsumen, hal ini tentu kontradiktif dengan nama promonya yang menyatakan TANPA TAPI. Dan untuk sekali ini, nama promo McD jadi penarik utama perhatian dan sekaligus jadi alat yang sama meruntuhkan minat saya.
Singkat Namun Tetap Menawan
Kalo menurut saya, bahkan jika diganti dengan nama yang berbeda, promo ini tetap punya nilai jual tinggi karena memang programnya menarik. Bayangkan, hanya dengan uang Rp15.000+ kita sudah bisa makan enak. Bisa milih lagi.
Makanya, karena programnya sudah kuat, menurut saya iklannya juga ga perlu bertele-tele. Namanya juga iklan promo (hard-sell). Cukup pancing perhatian menggunakan headline langsung dan jelas. Sisanya perkuat dengan call-to-action line di bodycopy. Seperti saya bilang di atas, konsumen itu cerdas loh. Kalo headline sudah ngomong nama menu dan harga, visual sudah bisa ngilerin pembaca, ya ngapain lagi pake bodycopy yang ga perlu.
Coba kita liat lagi copy keseluruhan iklan.
MENU MANTAP
MAkan taNpa TAPi
Rp 15.000*
tanpa ribet
Mau makan tanpa ribet? Nikmatin aja Menu Mantap (Makan Tanpa Tapi) McDonald’s, bisa pilih paket Beef Burger atau PaNas Regular cuma Rp. 15.000. Kalau buru-buru pesan aja lewat Drive-Thru atau telepon 14045 untuk diantar.
* Harga per paket belum termasuk pajak
Paket Beef Burger tidak dapat dibeli pada jam 5-11 pagi di store yang menjual breakfast.
Bagi saya, headline promo sudah menjelaskan semuanya. Plus gambar yang memperlihatkan dua pilihan menu promo: Paket Beef Burger dan PaNas Regular.
Jika saya sebagai konsumen tertarik dengan penawaran pada headline, informasi yang saya ingin tahu dari bodycopy tentu hal-hal seperti: Bagaimana cara mendapatkannya? Kalo cuma pesan satu bisa diantar apa ga? Promo berlaku di semua outlet ga? Sepanjang jam operasional atau hanya berlaku di jam-jam tertentu? Dan sebagainya, dan seterusnya.

Sayangnya 23 kata pertama di bodycopy cuma penjelasan mubazir. Padahal kalo dimanfaatkan dengan baik, bodycopy bisa menerangkan gamblang bagian syarat dan ketentuan (yang sebenarnya cuma berjumlah 21 kata). Misalnya begini:
MENU MANTAP
MAkan taNpa TAPi
Cuma Rp 15.000
Paket Beef Burger
Paket PaNas
•Tersedia di semua store •Harga sebelum pajak •Khusus Paket Beef Burger, tidak berlaku jam 5-11 pagi di store yang menjual breakfast.
Buru-buru? Pesan lewat Drive-Thru, atau telepon 14045 untuk diantar.
Walapun ga semanis atau sebertutur copy aslinya, setidaknya copy alternatif ini tidak harus menghempaskan pembaca (konsumen) dengan hal yang kontradiktif dan pengulangan yang tidak perlu. Karena seperti yang kita tahu, iklan cuma punya waktu terbatas untuk menangkap perhatian konsumen cerdas (ah rhyming nih..)


08. May, 2010 








Kok burgernya nggak bisa dibeli pada saat orang membutuhkan? Itu sih mirip tarif murah tapi mulai jam 12 malam sampai jam 5 pagi, he he he…
@Agus
Hehehe lebih kurang kayak gitu sih mas. Logikanya, mereka ga mau paket breakfast jadi ga atau kurang laku karena paket mantap ini. Takut satu program promo mengkanibal program promo yang lain.
Dan ya, perang tarif operator seluler itu contoh yang bagus soal bagaimana penggunaan optimal jebakan syarat dan ketentuan berlaku
anehnya kenapa warnanya iklannya ungu?? jadi inget salah satu iklan operator seluler yang pakai layang-layang itu. trus pke kata kalu buru-buru apakah gak buang kata2..? kenapa ga langsung ingin cepat pesan saja….
@ beruang_ungu
Makasih ya dah mampir.
Kenapa warnanya ungu? Kalo itu saya ga bisa jawab. Agency iklan dan McD sendiri yang mungkin tau. Kalo asumsi saya, biar catchy aja secara ini iklan hard-sell. Walau pun mungkin di luar pakem iklan makanan yang cenderung menggunakan warna-warna hangat seperti merah atau oranye.
Kemudian untuk kata buru-buru, saya kira untuk mengejar rima. “Kalau buru-buru pesan aja lewat Drive-Thru.” Jadi rima yang dikejar ‘buru-buru’ dan ‘Drive-Thru.’ Alasan lain, mungkin karena kata buru-buru menggambarkan karakteristik layanan Drive-Thru.
kemaren saya liat lagi jadi hijau iklannya..^@^
wah mas…sumpah…saya banyak belajar dari blog ini. Baru blog ini yang saya lihat membahas copywriting dari sudut pandang konsumen.Jadi para insan periklanan yang bikin copy bisa lebih jeli lagi. Karena nggak sedikit CW/ agency yang fokus hanya pada “maunya klien..klien…dan klien”, tapi nggak berpikir lebih jauh sampai ke sudut pandang konsumennya.
Dan blog ini, makin memperkuat keinginan saya yang masih menyimpan cita-cita menjadi seorang copy writer…haha. (sumpah saya masih belum ikhlas jadi AE…hufth!).
@thathutha
.
Wah sorry baru sempet bales. Blog ini sudah hiatus hampir 3 bulan kali ya
Anyway, makasih udah mampir. Jaman gini, pasar agency makin kecil, klien juga makin pinter. Makanya makin banyak agency yang ‘rindu order’; ngelakuin apa aja asal dapet klien–tak terkecuali kantor saya sebenarnya, hehehe.
Yakin mba (eh bener ga ya mba?) mau jadi copywriter? saya aja lagi berpikir ubah haluan loh
Btw sekarang jadi AE di mana? Salam kenal ya.