The Jardin Bandung – Ketika Pengembang Menulis Iklan

Kenapa kita mau repot-repot ke dokter kalo sakit? Dan kalo kita ke dokter, hampir bisa dipastikan kita akan mengkuti semua saran dan mematuhi semua larangan atau pantangan yang doker berikan.

Atau kenapa kita mesti minta bantuan pengacara kalo ada masalah hukum, bahkan berani (rela) merogoh kocek dalam-dalam untuk membayar jasa mereka?

Betul. Karena kita tidak punya cukup pengetahuan tentang cara mengobati penyakit dan pengetahuan yang cukup mengenai hukum. Kita menggunakan jasa dokter dan pengacara karena mereka adalah profesional yang punya kapasitas dan kompetensi di bidang masing-masing. Bereksperimen dengan obat untuk mengobati penyakit atau maju tanpa didampingi pengacara menghadapi masalah hukum, sama artinya menempatkan diri pada risiko: sakit bertambah parah, atau terkena ancaman pidana atau perdata serius.

Lalu, kenapa para pengembang perumahan banyak yang enggan menggunakan jasa biro iklan untuk membuat iklan? Bukan kah mereka (harusnya) tahu, biro iklan berisi sekumpulan profesional yang punya kapasitas dan kompetensi menggarap iklan yang baik?

Tanpa kompetensi, bereksperimen membuat iklan sendiri berpotensi membentuk citra negatif terhadap produk dan citra perusahaan di mata konsumen, yang secara tidak langsung berarti membunuh penjualan (dan atau bisnis).

Iklan di Kompas 4 Mei di bawah ini bisa jadi salah satu contohnya.

Biar lebih jelas, saya tulis ulang copy iklannya:

INI BUKAN IKLAN
JANGAN SAMPAI KEHABISAN

Hanya THE JARDIN yang DI TENGAH KOTA
RESEDENTIAL & LIFESTYLE DI PUSAT KOTA BANDUNG

Hanya selangkah dari Pusat Perbelanjaan di Cihampelas.
Lokasi Paling Strategis di Kawasan Cihampelas.
Dengan Hanya 5 Menit ke RS & Universitas.
Menjadi Investasi yang Sangat Menguntungkan.

Kantor Pemasaran 022 2037676
Jl. Cipaganti No.99 Bandung

Terima Kasih kepada RIBUAN PEMBELI yang telah bergabung

Twitter Digg Delicious Stumbleupon Technorati Facebook Email

One Response to “The Jardin Bandung – Ketika Pengembang Menulis Iklan”

  1. wah, sayangnya ngak di kupas tuntas seperti artkel2 sebelumnya yah?